Arteri karotis adalah pembuluh darah besar yang berperan penting dalam mengalirkan darah ke otak. Namun, jika mengalami masalah dan tidak terdeteksi oleh klinik vaskular sekalipun, gejala arteri karotis seringkali tidak disadari secara mandiri hingga akhirnya kesehatan tubuh menurun.
Oleh karena itu, Anda, khususnya yang sudah lanjut usia, perlu rutin ke klinik atau fasilitas kesehatan terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan kondisi pembuluh darah tetap sehat. Tapi, Anda juga bisa mendeteksi gangguan pada arteri karotis dengan mengenali gejala-gejalanya di artikel ini.
Gejala Arteri Karotis
Arteri karotis muncul akibat adanya penyumbatan pada salah satu jenis pembuluh darah yaitu arteri. Menurut Gleneagles Hospital, arteri karotis berada di sisi kiri dan kanan leher, yang mana berfungsi untuk mengalirkan darah ke otak. Namun, jika terdapat plak di dalam pembuluh, maka aliran darah menjadi terhambat.
Gejala arteri karotis seringkali tidak terasa pada tahap awal dan baru disadari ketika terjadi serangan iskemik transien (TIA) atau stroke ringan. Serangan tersebut umumnya terjadi hanya dalam hitungan menit atau jam, maksimal satu hari. Gejala yang muncul akibat penyumbatan pada arteri karotis antara lain:
- Mati rasa, kebas, atau lemah yang mendadak pada wajah, tangan, atau kaki, terutama pada salah satu sisi tubuh saja.
- Kesulitan dalam berbicara atau ucapan tidak terdengar jelas, dan tidak memahami pembicaraan.
- Sakit kepala hebat yang muncul secara tiba-tiba.
- Kehilangan keseimbangan, kesulitan berjalan, dan kurang koordinasi.
- Gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur pada salah satu mata atau kehilangan penglihatan di kedua mata (buta).
- Bingung dan kehilangan ingatan.
- Kesulitan menelan.
- Terdengar suara mendesing pada arteri, yang mana hanya terdengar menggunakan stetoskop.
Faktor Penyebab Gangguan Arteri Karotis
Faktor penyebab utama timbulnya gejala arteri karotis adalah penumpukan plak yang berasal dari kolesterol, lemak, kalsium, dan zat sisa lain di dinding arteri yang dapat menyumbat pembuluh arteri. Sehingga, pembuluh darah menjadi keras dan sempit, lalu otak mengalami kekurangan pasokan darah dan oksigen.
Peningkatan kolesterol dan lemak erat kaitannya dengan gaya hidup yang buruk, seperti merokok dan tidak aktif bergerak. Sehingga akan berdampak pada peningkatan berat badan (obesitas), tekanan darah tinggi, serta gula darah tinggi (diabetes). Sedangkan penyebab lainnya yaitu faktor usia yang semakin tua dan riwayat genetik.
Periksakan Gejala Arteri Karotis ke Ahlinya
Penyakit arteri karotis tidak bisa Anda sepelekan, karena berpotensi fatal jika Anda biarkan. Oleh karenanya, Anda perlu pengobatan sedini mungkin untuk mengurangi risiko jangka panjang. Rutinlah mengecek kesehatan, seperti pemeriksaan fisik, tes darah, EKG, dan pencitraan otak dengan CT scan atau MRI.
Apabila Anda mengalami gejala arteri karotis seperti yang telah dijelaskan di atas, segeralah mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan. Pilihlah yang punya klinik vaskular serta Dokter Spesialis Bedah Vaskular andal seperti Rumah Sakit Premier Bintaro.
Di Vascular Center RS Premier Bintaro, Anda akan mendapat perawatan terbaik menggunakan peralatan yang canggih serta tindakan yang modern dan komprehensif. Tindakan tersebut antara lain Endovascular Aortic Aneurysm Repair (EVAR), Thoracal Endovascular Aortic Repair (TEVAR), dan masih banyak lagi.